Dibuat Oleh: Muhammad Fachri
Kategori: Hiburan
Tanggal Dibuat: 29 Aug 2025, 15:46
Dilihat: 14 kali
Pada tanggal 7 september 2024, kami yang berjumlahkan 7 orang mahasiswa mengadakan pertemuan perbicangan dengan seorang akedemisi, praktisi seni budaya, penyair sekaligus dosen bahasa indonesia di kampus kami yang bernama politeknik belitung yang berada di jln aik telek dalam.
7 orang ini merupakan mahasiswa- mahasiswa yang memiliki tekad tinggi untuk belajar mengenai literasi. Semoga dengan tekad ini dapat meningkatkan literasi kami, akan tetapi disini bukan hanya terfokus untuk kami , terlalu naif rasanya jika kami hanya memikirkan diri kami untuk meningkatkan literasi maka dari itu kami mengaharapkan dapat meningkatan literasi para pelajar belitung terutama mahasiswa politeknik belitung yang sering di cap sebagai mahasiswa kupu-kupu.
Waktu itu menunjukan pukul 16.30, kami mulai melakukan perbincangan terkait arah-arah yang akan kami lakukan saat berproses di UKM literasi ini, kala itu kami melakukan diskusi dengan di kelilingi pohon-pohon akasia yang berjumlahkan ganjil. iyaa, ganjil itu hanya perkiraan aku saja. Ada beberapa hal yang kami bahas seperti , penamaan media kami, penjadwalan apa saja yang akan kami bahas di konten , dan bagaimana membuat konten yang menarik. Selain itu kami juga membahas bagaimana langkah awal dan melatih penulisan kami dan jawabannya simple kita harus membanyak membaca. Permasalahannya dipengeksekusian membacanya yang seringkali terasa berat seakan-akan ingin menyebrangi lautan dengan berenang yang penuh di terjang oleh ombak besar. Tak terasa sore itu matahari mulai terbenam dan cuaca juga terlihat sangat cerah sehingga terlihat jelas atsmosfer yang sebagian di terangi oleh matahari, tidak sepenuhnya gelap maupun terang, biasanya kita sering menyebut hal tersebut dengan sebutan senja.
Dengan suasana terbenamnya matahari (senja) seketika aku teringat pada cerita sokrates seseorang filsuf yang aku baca di buku pengantar filsafat karya K. Bertens, johanis ohoitimur dan mikhael dua. Menceritakan sokrates sedang melakukan percakapan dengan murid-muridnya pada hari terakhir hidupnya dan ia melukiskan bagaima waktu senja sokrates dengan tenang sambil minum cawan berisi racun yang di kelilingi oleh sahabat-sahabatnya.