Tau ke woy? SASTRA Lisan di Belitung

Tau ke woy? SASTRA Lisan di Belitung

Dibuat Oleh: Muhammad Fachri

Kategori: sastra

Tanggal Dibuat: 29 Aug 2025, 15:45

Dilihat: 9 kali

Sastra adalah karya yang dihasilkan, untuk menyampaikan pesan atau cerita kehidupan, melalui bahasa. Menurut Wikipedia, Sastra adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Shaastra, dimana artinya "teks yang mengandung intruksi" atau "pedoman". Contoh sastra yang lebih dikenal oleh orang-orang adalah puisi, pantun, cerpen, dan novel. Tetapi selain dari itu, ternyata di Indonesia sendiri, sastra ada banyak macamnya, seperti yang terbagi dalam Sastra Nusantara. Aliran dari Sastra Nusantara ini, berasal dari masing-masing daerah yang dimana memiliki keunikan dan cirinya masing-masing. Beberapa contoh diantaranya adalah, Sastra Jawa(tembang, dan gancaran),  Sastra Sunda(Ajian, Jampe, dan Jangjawokan) dan Sastra Minangkabau(kaba dan dendang).

Dikutip dari Mongabay Indonesia (April 2021), ada 59 jenis sastra lisan yang masih ditemukan dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Jenis sastra tersebut terbagi menjadi 13 kelompok, yaitu cerita rakyat, puisi lama, bedaek dan bedalong, ungkapan tradisional, mantra, gurindam, begalor, neratep, syair, Dul Mulok, tradisi keagamaan, nyanyian rakyat, hingga bebulak. Jenis sastra yang ada di Bangka Belitung kebanyakan sudah diwariskan secara turun temurun, akibat adanya budaya yang turut serta menanamkan sastra lisan didalamnya. Contohnya budaya berpantun dalam adat pernikahan.

Bagi kawan-kawan yang belum tahu informasi ini, yuk mulai tanyakan kepada ibu, bapak, atau kakek, nenek kawan-kawan. Mulailah catat hal-hal penting untuk kita lestarikan di masa depan. Karena, kalau bukan kita siapa lagi?. Jangan jadikan budaya semakin terkikis oleh zaman, seperti dia yang perlahan jauh dan menghilang.